Tradisi Padusan


Menjelang bulan suci Ramadhan, di berbagai daerah di Indonesia mempunyai berbagai macam tradisi. Tradisi guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, yang dikenal dengan istilah “Padusan“. Padusan adalah mandi dengan niat membersihkan/mensucikan diri sebelum bulan Ramadhan. Masyarakat akan berbondong-bondong menuju umbul atau sumber mata air untuk mandi. Mereka mensucikan diri dengan cara mandi keramas .

Dewasa ini tradisi Padusan berubah drastis. Seminggu sebelum Ramadhan, sudah penuh dengan pengunjung. Hal ini karena Pemda setempat mengagendakan tradisi ini sebagai acara rutin setiap tahun. Bahkan untuk menambah semakin meriahnya acara padusan, berbagai acarapun digelar . Seperti pasar rakyat dan pentas dangdut. Tentu saja hal semacam ini akan mengundang masyarakat 
dari daerah lain ikut meramaikan tradisi unik ini. Sebenarnya tidak ada aturan khusus mengenai bagaimana melakukan padusan. Tokh padusan pada dasarnya hanyalah tradisi yang hidup di tengah masyarakat dan bukan sebuah kewajiban yang harus dikerjakan dengan konsekuensi timbulnya dosa jika meninggalkannya. Maka padusanpun ya sesederhana makna adus itu sendiri, mandi biasa sebagaiman hari yang lain. Setiap ummat Islam melakukan mandi besar, adus komplit dengan keramasan dari ujung rambut di kepala hingga ujung kaki. Maksudnya tentu saja untuk menghilangkan dan mensucikan diri dari segala macam hadast besar ataupun hadast kecil.

Dalam tradisi padusan yang diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur, tidak ada ketentuan bahwa pelaksanaan padusan harus dilakukan oleh banyak orang pada suatu tempat secara bersamaan. Padusan ya masing-masing orang mandi sebagaimana mandi pada hari-hari yang lain. Hal khusus yang membedakan hanyalah niat bersuci untuk menyambut datangnya hari maupun bulan suci itu tadi. Tidak kurang dan tidak lebih.

kini padusan memberi kesan dilakukannya mandi massal oleh banyak orang, laki-laki maupun perempuan, pada suatu tempat seperti blumbang, kedukan, mbelik, sungai, sendang, kolam renang, telaga, bahkan di tepian pantai, sebenarnya hal tersebut bukan inti dan makna utama sebuah lelaku padusan. Hal seperti itu saya kira lebih kepada upaya para pelaku bisnis tertentu untuk mendapatkan keuntungan ekonomi atau bisnis dengan memanfaatkan momentum acara padusan. Banyak sekali contoh tempat wisata atau taman hiburan air yang mengacarakan padusan yang meriah, bahkan lengkap dengan aneka ragam jenis tontonan, seperti kesenian tradisional hingga pementasan musik ndangdutan.

0 Response to "Tradisi Padusan"

Post a Comment